Kekayaan gastronomi Jawa Timur tidak pernah berhenti menyuguhkan kejutan rasa, salah satunya melalui sajian tradisional dari Kabupaten dan Kota Mojokerto. Jika di Jawa Tengah dan Yogyakarta masyarakat akrab dengan sajian buntil—yakni kelapa parut dan ikan asin teri yang dibungkus daun talas atau pepaya—maka Mojokerto memiliki kembaran berkelas dengan profil rasa laut yang memikat: Brengkes Remis.
Secara etimologi kuliner Nusantara, istilah brengkes sering merujuk pada hidangan berbalut daun yang dikukus atau dipanggang dengan bumbu pekat. Pada hidangan khas Mojokerto ini, remis (kerang air tawar/payau) atau kerang darah segar dipadukan bersama udang api-api bertekstur kenyal. Keduanya dimasak terlebih dahulu bersama rempah wangi dan air kelapa sebelum dibungkus rapat dengan daun singkong, lalu disempurnakan dengan siraman kuah santan kental bertabur petai segar.
Keunikan Cita Rasa dan Rahasia Kelezatan Brengkes Remis
Keistimewaan brengkes remis terletak pada proses pengolahan isiannya. Kerang dan udang tidak dibungkus dalam keadaan mentah mentah, melainkan ditumis dengan bumbu halus aromatic dan diungkep menggunakan air kelapa murni. Penggunaan air kelapa ini memberikan dua keuntungan gastronomi krusial: mengunci keempukan daging kerang tanpa menjadi liat (alot), serta melarutkan sisa aroma anyir laut menjadi rasa manis gurih yang legit dan bulat di lidah.
Lapisan luar daun singkong yang telah direbus menyerap sari pati seafood selama proses pengukusan akhir. Saat bungkusan dibuka dan diguyur saus santan hangat yang pedas dengan letupan petai ranum, sajian ini langsung memberikan ledakan tekstur dan rasa yang seimbang antara pedas, manis, asin, dan gurih kelapa.
Daftar Bahan-Bahan Pilihan
Untuk menghasilkan 8 porsi brengkes remis dengan kualitas rasa autentik, siapkan bahan-bahan segar berkualitas berikut:
1. Bahan Isian Utama & Pembungkus
- 200 gram kerang darah atau remis segar (sudah dikupas dari cangkang dan dicuci bersih)
- 25 gram udang api-api segar, bersihkan kepala dan kotorannya
- 200 gram daun singkong muda berhelai lebar
- 200 ml air kelapa murni
- 3 lembar daun jeruk purut segar, buang tulang punggung daunnya
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 1 sdm garam halus
- 1 sdt gula pasir
- ½ sdt merica bubuk putih
- Tali bambu tipis atau benang katun makanan untuk mengikat bungkusan
2. Bumbu Halus Isian
- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih kating
- 3 butir kemiri, sangrai hingga berminyak
- 2 buah cabai rawit merah segar
- 2 sdm minyak kelapa atau minyak goreng untuk menumis
3. Bahan Saus Santan Petai
- 10 mata petai segar, belah menjadi dua bagian
- 7 buah cabai rawit merah, biarkan utuh
- 3 butir bawang merah, iris tipis melintang
- 200 ml santan kental segar (dari ½ butir kelapa matang)
- 1 sdt gula pasir
- ½ sdt garam
- ½ sdt kaldu ayam bubuk berkualitas
- 2 sdm minyak goreng untuk menumis saus
Panduan Langkah Memasak Step-by-Step
- Persiapan Daun Singkong: Rebus daun singkong dalam air mendidih yang diberi sedikit garam hingga matang dan cukup lentur (jangan terlalu lembek). Tiriskan, segera rendam dalam air es atau air dingin matang untuk mempertahankan warna hijaunya yang cerah, lalu peras airnya perlahan tanpa merusak helai daun. Sisihkan.
- Menumis Bumbu Isian: Panaskan 2 sdm minyak di atas wajan. Masukkan bumbu halus, daun jeruk purut, dan lengkuas. Tumis dengan api sedang hingga harum matang dan tidak beraroma langu.
- Mengolah Kerang dan Udang: Masukkan kerang darah/remis dan udang api-api yang telah dicuci bersih ke dalam tumisan bumbu. Aduk merata sampai udang mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan.
- Braising dengan Air Kelapa: Bumbui dengan garam, gula pasir, dan merica bubuk. Tuangkan air kelapa murni. Aduk rata dan masak dengan api sedang-kecil hingga air kelapa menyusut dan sari bumbunya meresap sempurna ke dalam serat kerang. Matikan api dan dinginkan sejenak.
- Proses Pembungkusan: Bentangkan 2 hingga 3 helai daun singkong melebar secara bertumpuk di atas talenan bersih. Letakkan 1 hingga 2 sendok makan isian seafood di bagian tengahnya. Lipat rapi sisi kanan dan kiri daun, kemudian gulung memadat menyerupai bantalan lonjong. Ikat bungkusan dengan tali bambu atau benang makanan agar isian tidak bocor saat dikukus. Ulangi proses ini hingga seluruh adonan habis (menghasilkan sekitar 8 bungkus).
- Mengukus Brengkes: Panaskan kukusan hingga uap air mengepul deras. Susun bungkusan brengkes di dalam wadah kukus dan kukus selama kurang lebih 20 menit agar sari daun singkong dan isian berpadu sempurna. Angkat dan tiriskan.
- Membuat Saus Santan Petai: Panaskan wajan terpisah dengan sedikit minyak. Tumis irisan bawang merah, mata petai, dan cabai rawit utuh hingga semerbak layu. Tuangkan santan kental secara perlahan sambil terus diaduk satu arah dengan api sedang agar santan tidak pecah.
- Penyelesaian Saus: Beri garam, gula pasir, dan kaldu ayam bubuk. Koreksi rasa hingga tercapai perpaduan gurih kelapa yang seimbang dengan aroma khas petai dan letupan pedas cabai. Masak hingga santan matang meletup-letup dan sedikit mengental, lalu angkat.
- Penyajian: Letakkan bungkusan brengkes remis hangat di atas piring saji saji ceper (tali pengikat bisa dilepas atau dibiarkan untuk estetika tradisional). Siramkan kuah saus santan petai panas di atasnya secara melimpah. Sajikan segera selagi hangat.
- Menghilangkan Pasir Remis: Rendam remis atau kerang darah segar dalam air cucian beras atau air garam selama 30 menit agar kotoran pasir di dalamnya termuntahkan tuntas sebelum diolah.
- Teknik Daun Singkong Tetap Hijau: Tambahkan ½ sendok teh baking soda atau sedikit garam ke dalam air rebusan saat melayukan daun singkong, lalu segera hentikan proses pematangan dengan mencelupkannya ke dalam air es (blanching).
- Santan Tidak Pecah: Saat memasak saus, selalu gunakan api sedang ke kecil dan aduk perlahan secara melingkar teratur hingga saus mendidih sempurna.
Saran Penyajian dan Paduan Terbaik
Brengkes remis khas Mojokerto paling nikmat disantap bersama sepiring nasi putih hangat yang pulen. Tekstur bungkusan yang padat kaya gizi dari kerang dan sayuran hijau membuatnya dapat berfungsi sebagai lauk-pauk sekaligus pelengkap sayur dalam satu hidangan utuh. Untuk melengkapi pengalaman bersantap khas Jawa Timuran, sajikan bersama kerupuk puli (kerupuk beras) atau rempeyek kacang renyah serta tempe goreng garit yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Pertanyaan Seputar Brengkes Remis (FAQ)
Apakah kerang darah bisa diganti dengan jenis remis sungai atau kerang hijau?
Bisa. Di daerah asalnya, sajian ini umum menggunakan remis air tawar (kerang kecil yang hidup di sungai atau muara). Kerang darah maupun kerang tahu adalah substitusi terbaik karena memiliki daging yang kenyal dan cita rasa manis alami yang mirip.
Bisakah daun singkong diganti dengan daun lain?
Bisa. Jika daun singkong sulit ditemukan, Anda bisa menggunakan daun pepaya Jepang (yang tidak pahit) atau daun talas/keladi muda yang telah dilayukan dengan benar agar tidak memicu rasa gatal di tenggorokan.
Berapa lama brengkes remis tahan disimpan dan bagaimana cara memanaskannya?
Karena menggunakan kuah santan segar, simpan bungkusan brengkes dan saus secara terpisah di dalam wadah kedap udara di lemari es (chiller). Hidangan ini tahan hingga 2 hari. Untuk menyajikannya kembali, cukup kukus kembali bungkusan brengkes selama 10 menit dan hangatkan saus santan dengan api sangat kecil sambil diaduk perlahan.


