Membuat oseng-oseng atau tumis biasanya sesuai selera si pembuat, alasannya hampir semua materi masakan sanggup diolah menjadi tumisan asal bumbu dan bahannya pas.
Yang akan kami bahas kali ini yaitu resep oseng-oseng jagung muda khas Semarang. Jagung putren, hati ampela ayam dan petai merupakan materi utama pembuatan sajian ini. Tidak menyerupai oseng-oseng pada umumnya, oseng jagung muda ini berkuah kental alasannya terdapat santan pada campurannya.
![]() |
Oseng-Oseng Jagung Muda Khas Semarang |
Bahan:
- 2 ons jagung putren, belah menjadi dua memanjang
- 4 pasang hati ampela ayam
- 10 buah petai, potong-potong
- 100 ml santan dari ¼ butir kelapa
- 2 buah cabe hijau, buang bijinya dan potong menyerong
- 1 buah cabe merah, buang bijinya dan potong menyerong
- 2 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
- ½ sendok teh gula pasir
- 1 ½ sendok teh garam
- 2 sendok makan minyak goreng
Bumbu Halus:
- 2 buah cabe merah besar
- 3 siung bawang putih
- 4 buah cabe merah keriting
- 5 butir bawang merah
Cara Membuat:
- Pertama, siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengolah sajian oseng-oseng jagung muda khas Semarang
- Kedua, basuh higienis jagung putren dan petai yang sudah dipotongi beserta hati ampela ayam. Lalu rebuslah materi terakhir, angkat dan potong-potong
- Kemudian panaskan minyak sedikit saja untuk menumis bumbu halus bersama pecahan cabe merah, cabe hijau, petai, daun salam dan lengkuas hingga harum
- Lalu masukkan pecahan hati ampela sambil diaduk rata. Tambahkan juga jagung putren dan aduk hingga layu
- Selanjutnya, tuangkan santan pada adonan oseng-oseng jagung muda. Menuangkannya sedikit-sedikit saja
- Terakhir, beri gula pasir dan garam kemudian masak hingga adonan matang.
- Angkat dan sajikan oseng-oseng jagung muda khas Semarang di piring saji untuk segera dinikmati
Baca Juga : Resep Membuat Cakalang Bakar Rica Khas Sulawesi Utara
Resep oseng-oseng jagung muda khas Semarang di atas akan menghasilkan 6 porsi sajian. Hati dan ampela ayam sanggup diganti dengan hati sapi, tapi proses memasaknya harus agak usang alasannya supaya hati sapi sanggup empuk serta tidak ulet. Selamat menikmati dan salam koki!